Home > Drama

Jumbo, Kualitas Animasi Yang Terasa Internasional dengan Keajaiban Sentuhan Lokal

Jumbo masih tayang di bioskop dan sudah menyentuh lebih dari 500 ribu penonton.
Animasi film Jumbo. (Visinema Pictures)
Animasi film Jumbo. (Visinema Pictures)

FILMUSIKU.com — Visinema Pictures kembali merilis film animasi pada 31 Maret 2025 dan masih tayang di bioskop. Berjudul Jumbo, kualitas animasi yang dihadirkan terasa internasional seperti mulai mendekati Disney, dengan keajaiban sentuhan lokal.

Sajian ala Disney ini muncul dari setiap art karakter hingga suasana kota. Misalnya saja pada pembuka film ketika Don berlari mengejar bola, ia mengelilingi kampung hingga berpapasan dengan orang-orang yang mengenalnya.

Adegan tersebut menunjukkan pengenalan karakter-karakter secara singkat, yang di adegan berikutnya akan menjalankan perannya. Hal itu juga memperlihatkan tata kota yang dianimasikan dalam film Jumbo hampir mirip khas tata kota di Disney. Meskipun tentu saja film Jumbo tetap memberikan sentuhan rumah atau suasana ala lokal.

Variasi karakter yang diberikan juga sangat apik, seperti ada anak perempuan tomboy berkulit cokelat dan berambut keriting, anak kecil bertubuh sangat gemuk, bahkan remaja dengan kakinya yang cidera.

Musik untuk original soundtrack maupun scoring film Jumbo juga terasa internasional. “Selalu Ada di Nadimu” yang digarap oleh Laleilmanino terdengar megah, namun sekaligus membuat haru pendengarnya. Kemudian scoring, seperti ketika dongeng Pulau Gelembung dibacakan, terasa membuat cerita lebih kuat.

Tetapi yang membuat bertanya-tanya adalah, mengapa harus ada satu pemeran ‘arwah gentayangan’ dalam film animasi anak kecil? Film Jumbo ingin menghadirkan sebuah keajaiban dalam ceritanya. Dibanding peri, arwah akan terasa lebih bisa relate ke mitos di Indonesia.

Karakter arwah bernama Meri dalam film Jumbo diceritakan pula memiliki kekuatan. Dan setiap ia mengeluarkan kekuatannya, gemerlap berwarna ungu pun ikut mengiringi kekuatannya itu, bak seorang peri. Memang setiap karakter protagonis tidak ada yang menyebut Meri ini ‘hantu’, namun sang antagonis menyebutnya ‘hantu’.

Bisa dikatakan dari sisi cerita mistis ini lebih tepat jika ditonton anak yang sudah memasuki usia remaja, atau 13+, yang akan lebih paham juga dengan ceritanya secara utuh. Namun kalau untuk keceriaan yang dihadirkan, film ini sudah cocok ditonton semua umur.

Don digambarkan sebagai anak yang periang, ikhlas, dan kuat meskipun dunia memusuhinya. Sifat-sifatnya bisa menjadi hal baik yang bisa diajarkan untuk anak-anak di segala usia.

Film Jumbo menjadi film animasi kedua Visinema Pictures setelah film Nussa yang dirilis 2021, dengan penonton lebih dari 400 ribu penonton dan saat itu sedang pandemi Covid-19. Sementara untuk film Jumbo, sampai berita ini diturunkan sudah ditonton lebih dari 500 ribu penonton.

× Image